Sikap Profesionalisme
Pada posisi apapun di Perusahaan, seorang karyawan perlu mengembangkan motivasi diri/motivasi kerja yang baik dan sikap profesionalisme. Untuk itu pelatihan sehari ini akan membantu peserta mengembangkan mind set yang tepat agar dapat menyelaraskan kepentingan diri dan kepentingan Perusahaan serta meningkatkan keterlibatan di dalam kerja.
Selain itu, kebanyakan fresh graduate yang baru mulai bekerja juga masih terbawa oleh kebiasaan dan sikap belajar yang ada sebelumnya -seperti lebih sering menunggu, ingin semua dikerjakan secara sempurna, dan seterusnya, sehingga kurang tepat bila diterapkan di tempat kerja. Training ini juga akan memberikan pengantar untuk mengembangkan mindset professional yang dibutuhkan di dunia kerja.
Pada posisi apapun di Perusahaan, seorang karyawan perlu mengembangkan motivasi diri/motivasi kerja yang baik dan sikap profesionalisme. Untuk itu pelatihan sehari ini akan membantu peserta mengembangkan mind set yang tepat agar dapat menyelaraskan kepentingan diri dan kepentingan Perusahaan serta meningkatkan keterlibatan di dalam kerja.
Selain itu, kebanyakan fresh graduate yang baru mulai bekerja juga masih terbawa oleh kebiasaan dan sikap belajar yang ada sebelumnya -seperti lebih sering menunggu, ingin semua dikerjakan secara sempurna, dan seterusnya, sehingga kurang tepat bila diterapkan di tempat kerja. Training ini juga akan memberikan pengantar untuk mengembangkan mindset professional yang dibutuhkan di dunia kerja.
Motivasi dan keterlibatan (engagement) kerja
- Apa itu motivasi dan keterlibatan kerja?
- Sumber-sumber motivasi kerja
- Apa yang dapat mendorong keterlibatan kerja optimal?
Motivasi diri (self motivation)
- Pengaruh faktor pekerjaan dan perusahaan bagi motivasi
diri dalam bekerja
- Antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik
- Bagaimana cara menemukan dan mengembangkan motivasi
intrinsik
- Mengembangkan achievement motivation dalam kerja
Sikap Profesional
- Mengenal 4 sikap kerja: trading, relasi sosial,
personal development, spiritual
- Menyeimbangkan persaingan dan kerja sama; kepentingan
diri, tim dan organisasi
- Sikap positif dalam relasi dengan tim kerja
- Ciri profesionalisme
- Mengembangkan sikap dan kebiasaan profesional
Basic tools for Profesional
- Kematangan emosi
- Percaya Diri dan Inisiatif
- Reasonable dan Komunikasi Efektif
- Followership (mengelola hubungan dengan Atasan) dan
Team Work.
G. Suardhika, MBA.
Telah
memiliki banyak pengalaman sebagai HR Consultant dan pernah menempati posisi
senior management di sebuah perusahaan penerbangan Indonesia. Salah satu topik
unggulan yang beliau bawakan di dunia training diantaranya leadership,
Supervisory, Performance Management dan Coaching. Sepanjang pengalamannya di
dunia training, Beliau membantu di beberapa perusahaan ternama seperti:
AQUA,ORIX Finance Indonesia, OPEL/General Motors, Garuda Indonesia, Bechtel
International, Indomobil Suzuki International, Bredero Price, Telkom, Thames
PAM Jaya, Asia Pulp and Paper dan Telkomsel. Suardhika berlatar belakang
pendidikan Psikologi dari UI dan MBA dari IPMI (Institut Pengembangan Manajemen
Indonesia)
“Profesionalisme”… salah satu kata yang sering banget kita dengar di
lingkungan sekitar kita, terutama buat orang-orang yang sudah bekerja. Di dalam
dunia kerja kita bisa menghormati pekerjaan kita sendiri kalau kita bisa
menunjukkan sikap “profesionalisme” buat diri kita sendiri dan pekerjaan
kita. Dengan begitu, lingkungan sekitar juga akan tahu bahwa kita adalah orang
yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan.
Setiap
perusahaan menginginkan karyawan atau orang-orang yang memiliki sikap profesionalisme
yang tinggi. Karena dengan begitu perusahaan akan lebih merasa diuntungkan
dengan memiliki orang-orang yang berkualitas dan profesionalisme terhadap
pekerjaannya. Ada 2 hal yang menyangkut mengenai profesionalisme, yaitu :
Ciri-ciri orang profesionalisme
antara lain :
- Mempunyai pengetahuan yang lebih tinggi di bidang yang
sesuai dengan profesinya.
- Mempunyai keterampilan yang lebih tinggi juga sesuai
dengan bidang yang diminati.
- Cepat tanggap (respon) terhadap maslah yang dihadapi
oleh client.
- Mampu bekerja sama.
- Mampu bekerja dibawah disiplin etika.
- Mampu mengambil keputusan didasarkan pada kode etik,
jika dihadapkan pada situasi dimana pengambilan keputusan berakibat luas
terhadap masyarakat.
Dalam
suatu perusahaan, seseorang harus memiliki kode etik yang bersifat
profesionalisme yang harus dimiliki. Kode etik profesi adalah suatu
media atau sarana untuk membantu para pelaksana dimana seseorang yang
profesionalisme supaya tidak dapat merusak etika profesi.
Kode
etik seorang professional TI adalah memuat norma-norma yang berlaku dimana hal
ini terkait dengan hubungan antara professional TI dengan klien. Sebagai contoh
bentuk hubungan antara professional TI dengan klien adalah tentang pembuatan
program aplikasi. Selain itu juga, seorang professional TI tidak dapat membuat
program semaunya. Profesional TI harus bisa memperhatikan program tersebut
nantinya akan digunakan oleh user dan memperhatikan pula segi keamanan yang ada
serta hal-hal yang dianggap dapat merugikan user.